Jumat, 15 April 2016

Tari Kecak


TARI  KECAK

 
Tari Kecak berasal dari Bona, Gianyar, Bali. Tari Kecak biasa disebut dengan Tari Cak atau Fire dance. Tari Kecak merupakan sendra tari Ramayana yang biasanya dimainkan oleh puluhan kaum lelaki yang duduk melingkar dengan memakai kain hitam putih mirip papan catur yang melingkari pinggang mereka, serta mengucapkan kata “cak cak ke cak cak ke” secara terus menerus, hingga menyerupai irama. Oleh karena itu, tari ini disebut dengan Tari Kecak. Mereka juga mengangkat tangan mereka, hal tersebut menggambarkan bagaimana barisan kera pasukan Rama. Hal yang membedakan antara tari Kecak dengan tari Bali lainnya yaitu  pada penggunaan alat musik. Tari Kecak tidak menggunakan alat musik, sedangkan tari Bali lainnya menggunakan alat musik. Hanya menggunakan perpaduan irama dari seruan “cak cak ke cak cak ke” dan gemerincing gelang yang digunakan oleh tokoh sendra tari Ramayana saja.

Awalnya, tari Kecak ini berasal dari perpaduan musik yang mengiringi tari Sanghyang yang biasa dipentaskan di Pura. Namun pada tahun 1930 ada seorang seniman bernama Wayan Limbak yang bekerja sama dengan pelukis Jerman bernama Walter Spies, yang mengembangkan tari Kecak ini lewat potongan alur cerita Ramayana, yaitu saat Dewi Sinta diculik oleh Rahwana. Sehingga tari Kecak ini, bisa dipertunjukkan di khalayak umum. Meskipun begitu, karena tari Kecak berasal dari ritual sanghyang, yang para penarinya melakukan tari tersebut dengan kondisi tidak sadar untuk melakukan komunikasi dengan Tuhan atau roh leluhur yang kemudian menyampaikan harapan harapan mereka kepada masyarakat. Jadi, tari Kecak masih memiliki unsur sakral didalamnya yang biasanya ditunjukkan dalam hal kekebalan sehingga tidak terbakar api. Wayan Limbak berkeliling dunia bersama dengan para penari Bali untuk mempromosikan/mempopulerkan tari Kecak, sehingga pada tahun 1970, tari Kecak telah mendunia.

Kita bisa menyaksikan pertunjukkan tari Kecak di tiga tempat berbeda, yaitu di Pura Luhur Uluwatu, di Desa Batubulan, dan juga di Jalan Hanoman.

Selain kisah Ramayana, ada tema tari Kecak yang lain, seperti Kecak Subali dan Sugriwa, dan juga Kecak Dewa Ruci, yang keduanya diciptakan oleh I Wayan Dibia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar